SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....

November 11, 2014

Hati dikunci mati kerana sombong mengikuti kebenaran!

"Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang di-bawanya kepadamu, sehingga ketika dia meninggal, kamu berkata: 'Allah tidak akan mengirim seorang (Rasul pun) sesudahnya'"   [QS. Al-Mu'min; 40:34]

Yaitu mereka putus asa, lalu berkata dalam keadaan mengharapkannya. Hal itu disebabkan oleh kekufuran dan pendustaan mereka. "Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu." [QS. Al-Mu'min; 40: 34] seperti kalian inilah keadaan orang yang disesatkan oleh Allah dikeranakan melampaui batas dalam perbuatan dan keraguan hatinya.
Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman: 
"(Yaitu) orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka." [QS. 40:35]. 
Yaitu, orang-orang yang menolak kebenaran dengan kebatilan dan memperdebatkan hujjah tanpa dalil, {atau berhujjah dengan dalil yang tidak boleh dibuat dalil} padahal hujjah yang diajukan kepada mereka berasal dari Allah Ta'ala. 

Maka, sesungguhnya Allah Ta'ala sangat memurkai hal tersebut. Untuk itu Dia berfirman;
"Amat besar kemurkaan (bagi mereka) disisi Allah dan disisi orang-orang yang beriman."  
[QS. 40:35]. Yaitu, orang-orang beriman pun memurkai orang yang bersifat seperti ini. Mereka telah ditutup hatinya oleh Allah, sehingga dia tidak mengetahui yang ma'ruf dan tidak mengingkari yang munkar. Untuk itu Allah Tabaraaka wa Ta'ala berfirman;

"Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong." [QS. Al-Mu'min: 40:35]

Yaitu, (sombong) untuk mengikuti kebenaran...
Allahhul Musta'an ..ref: tafsir Ibnu Katsir 

Fir'aun juga 'pandang baik' apa yang ia lakukan...

'Fir'aun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar."  [QS. Al-Mu'min: 29]

Dalam tafsir Ibnu Katsir rahimahumullah dikatakan;
 'Aku tidak mengatakan dan mengisyaratkan kepada kalian kecuali apa yang aku sendiri memandang baik.' Fir'aun telah berdusta, kerana sesungguhnya dia sendiri telah menyakini kebenaran risalah yang dibawa oleh Musa 'alaihissalam. Maka dengan perkataan ini, dia telah mengada-ada, berdusta dan berkhianat kepada Allah Tabaraaka wa Ta'ala, Rasul-Nya dan rakyatnya. Dia menipu mereka dan tidak memberikan nasihat kepada mereka. Allah Tabaaraka wa Ta'ala berfirman;
"Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk."  [QS. Thaahaa: 79]

Sebab itulah
"Tidaklah seorang pemimpin yang memimpin rakyatnya dari kalangan kaum Muslimin lalu ia mati sedang ia menipu mereka, melainkan Allah mengharamkan Surga baginya."
(HR. Bukhari & Muslim).
Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala Mahamemberikan taufiq kepada kebenaran..

November 5, 2014

Ayat teguran & ancaman, untuk yang tidak ikut cara & manhaj Nabi-Nya.

"Katakanlah: Hai kaumku, bekerja lah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,"  [QS. Az-Zumar; 39:39].

Ini merupakan teguran dan ancaman pada mereka yang kufur dan berbuat syirik dan menentang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Firman Allah Ta'ala; Katakanlah; hai kaumku buatlah apa yang sesuai dengan cara kalian. "Sesungguhnya aku akan bekerja (pula)" yaitu sesuai cara dan manhaj ku, "Maka kelak kamu akan mengetahui," yakni, kalian akan mengetahui akibat dan bahaya dari hal tersebut..... {Lihat Tafsir Ibnu Katsir}. Semoga Allah melindungi kita darinya.

November 4, 2014

'Tidak Aku Tambah dan Kurangi,' ayat membantah bid'ah.

Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku, dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan."   [QS. Shaad; 38:86]

Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah hai Muhammad, kepada orang-orang musyrik itu, 'Aku tidak meminta upah kepada kalian (yang kalian berikan) berupa harta benda dunia atas penyampaian risalah dan nasihat ini.'"

"Dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan." Dalam tafsir Ibnu Katsir rahimahumullah beliau mengatakan ertinya, "aku tidak menghendaki dan menginginkan kelebihan atas risalah yang disampaikan oleh Allah Ta'ala kepadaku, bahkan aku tunaikan apa yang diperintahkan-Nya kepadaku, 'TIDAK aku Tambah dan Kurangi, aku hanya mengharap wajah Allah 'Azza wa Jalla dan negri akhirat.'

Ayat ini menunjukkan bahwa semua risalah yang dibawa oleh Nabi kita, shallallahu alaihi wa sallam adalah wahyu dari Allah Taala, bukan dari rekaan beliau. Beliau tidak mengada-adakan syariat Islam yang ditunjuk ajar kepada umatnya.

Dari itu bagaimanakah manusia yang mengada-adakan, menambah-nambah amalan baru dalam agama ini, atas alasan 'niat baik', walhal Nabi shallallahu alaihi wa sallam sendiri takut hendak mereka-reka atau mengada-adakan risalah-Nya. Allahul Musta'an...
Ref: Tafsir Ibnu Katsir.

November 3, 2014

Keutamaan do'a berlindung dari keburukan mani.

Mengapa do'a berlindung dari keburukan mani itu sangat dibutuhkan saat ini? Sebab syahwat kemaluan termasuk cobaan terbesar yang menimpa generasi kini. Gejolaknya menghantar seseorang kepada jalan-jalan yang hina dan kebinasaan yang mengenaskan. 

Sebagaimana perbuatan kaum Luth berasal dari pintu ini dan ketergelinciran mereka dari jalur ini. Sebab ketika syahwat itu menguasai kaum Luth 'alaihissalam, mereka tidak mau menyambut dakwah dan larangannya atas pelakuan homoseks, justru mereka semakin membangkang dan melampaui batasan, hingga mereka meminta didatangkan ancaman yang disampaikan kepada mereka. Hingga Allah Azza wa Jalla mensifati mereka dalam syahwat ini dengan firman-Nya;

"Demi umurmu, sungguh mereka buta dalam kemabukan mereka."  [QS. Al-Hijr:72].

Ibnu Sa'idiy rahimahullah berkata; "Kemabukan ini adalah mabuk cinta keji, yang mereka tidak peduli kerananya cacian dan tidak pula celaan. Ini adalah keburukan mani yang wajib bagi hamba untuk meminta pada Rabbnya agar di lindungi dan di selamatkan darinya."

"Ya Allah berilah aku afiat~ dari keburukan pendengaranku, dari keburukan penglihatanku, dari keburukan lisanku, dari keburukan hatiku, dan dari keburukan maniku".
(HR. An-Nasa'i; 5444,5455-56, 5484, dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani)

Perbuatan buruk ini juga sangat menyebar dimana-mana hari ini. Terkadang terjadi di pesta-pesta. Mereka tidak pernah berhenti atau merasa takut terhadap peringatan atau nasihat dari seseorang. Mereka dalam hal ini seperti binatang bahkan lebih sesat jalannya. 
Dari itu di antara doa' Nabi Luth 'alaihissalam; "Dia berkata, 'Sungguh aku terhadap amalan kamu termasuk orang-orang yang benci. Wahai Rabbku selamatkan lah aku dan keluargaku dari apa yang mereka lakukan."  [QS. Asy-Syu'araa: 168-169].

Luth 'alaihissalam telah mengumumkan kebenciannya yang besar serta berlepas diri dari perbuatan yang buruk ini.

Berlindung kepada Allah Ta'ala dari keburukan mani memiliki urusan penting dalam kehidupan manusia baik laki-laki maupun perempuan. Terutama ketika telah banyak fakta yang mendatangkan fitnah dan memicu kerusakan saat ini. Kita berlindung kepada Allah Subhanahu Wata'ala dari perkara-perkara menyebabkan kemurkaan-Nya dan kepedihan siksa-Nya. 
Allahul Musta'an..
Cubitan dari Fiqh Do'a dan Dzikir oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr.