Jalan Kebenaran Hanya Satu. “Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Al-Baqarah: 147) "Barangsiapa yang mengajak orang lain kepada kebaikan maka baginya pahala semua orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun." (HR Muslim)
SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....
December 23, 2017
Ini lah harinya...
"Ini adalah hari ketika Allah memutuskan perkara di antara makhluk-makhluk, akan terpisah antara haq dan bathil, Kami mengumpulkan kalian dihari itu, wahai seluruh orang kafir dari kalangan umat ini, bersama orang-orang kafir terdahulu dari kalangan orang-orang kafir yang hidup dimasa lampau. Jika kalian memiliki tipu daya untuk menyelamatkan diri dari adzab maka lakukanlah tipu daya itu dan selamatkanlah diri kalian dari siksa dan hukuman Allah." (At-Tafsir Al-Muyassar; Al-Mursalat:38-39)
Ijma’ larangan mengucapkan “selamat” pada hari raya non-muslim.
Ijma’ larangan mengucapkan “selamat” pada hari raya non-muslim. ----------------------------------------------------------------------------
Larangan mengucapkan selamat bagi non-muslim pada hari raya mereka merupakan ijma’ para ulama. Apapun alasannya, tentu tidak dibenarkan, semisal alasan “sekedar formalitas”, ini adalah alasan yang dibuat-buat. Perayaan hari raya orang lain adalah merayakan “Allah disekutukan” dan merayakan “Tuhan lain disembah selain Allah”, tentu dalam hal ini seorang muslim harus kuat aqidahnya.
Salah satu peran ijma’ adalah mencegah munculnya pendapat setelahnya lagi yang menyelisihi, agar umat selalu bersatu.
Al-Qadhi Abu Ya’la rahimahullah berkata,
ﺍﻹﺟﻤﺎﻉ ﺣﺠﺔ ﻣﻘﻄﻮﻉ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻳﺠﺐ ﺍﻟﻤﺼﻴﺮ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﻭﺗﺤﺮﻡ ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ
“Ijma’ adalah hujjah yang pasti, wajib kembali padanya dan diharamkan menyelisihinya”[1]
Ijma’ larangan mengucapkan “selamat” pada hari raya non-muslim
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق ، مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم ، فيقول: عيد مبارك عليك ، أو تهْنأ بهذا العيد ونحوه
“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (sebagaimana ucapan selamat natal), hukumnya adalah haram berdasarkan kesepakatan/ijma’ para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka, kemudian mengatakan, ‘Semoga hari raya ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.”[2]
Sahabat Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu mengingatkan kita agar menjauhi perayaan hari raya orang kafir. Jika mendekat saja saat itu dilarang, bagaimana dengan memberi selamat? Tentu juga dilarang (saat itu ucapan selamat harus mendatangi, tidak bisa jarak jauh dengan bantuan alat komunikasi). Beliau berkata,
اجتنبوا أعداء الله في عيدهم
“Jauhilah orang-orang kafir saat hari raya mereka”[3]
Demikian juga Al-Baihaqi menulis bab dalam kitab Sunan-nya:
باباً في النهي عن الدخول على أهل الذمة وغيرهم في أعيادهم
“Bab terlarangnya menemui orang kafir dzimmi atau yang lain saat hari raya mereka”
Al-Munawi menjelaskan larangan mengagungkan hari raya orang kafir, beliau berkata mengenai hadits Anas larangan menghadiri hari raya orang kafir,
حديث أنس ثم ذكر النهي عن تعظيم يوم عيد المشركين وأن من عظمه لليوم كفر وكلاماً بمعناه
“Hadits dari Anas tersebut, kemudian beliau menyebutkan larangan mengagungkan hari raya orang musyrik dan barang siapa yang mengagungkan hari tersebut karena hari itu adalah hari raya orang musyrik maka dia telah kafir, atau dengan ucapan semisal itu”[4]
Demikian semoga bermanfaat
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslim.or.id
Catatan kaki:
[1] Al-‘Uddah 4/1058
[2] Ahkam Ahli Dzimmah, 1: 441
[3] HR. Al Baihaqi di bawah judul bab ‘terlarangnya menemui orang kafir dzimmi di gereja mereka dan larangan menyerupai mereka pada hari Nairuz dan perayaan mereka’ dengan sanadnya dari Bukhari, penulis kitab Sahih Bukhari sampai kepada Umar
[4] Faidhul Qadiir 4/511
December 6, 2017
Mereka membuat tipu daya...
"Sungguh, orang-orang yang mendustakan Rasul dan Al-Qur'an itu membuat tipu daya untuk menolak kebenaran serta mendukung kebatilan. Namun, Aku membuat tipu daya untuk memenangkan kebenaran walaupun orang-orang kafir benci. Oleh itu, engkau jangan terburu-buru wahai Rasul, untuk meminta turunnya adzab terhadap mereka. Berilah mereka sedikit penangguhan waktu, jangan terburu-buru terhadap mereka. Engkau akan melihat adzab, sanksi, hukuman, dan kebinasaan menimpa mereka." (At-Tafsir Al-Muyassar / Ath-Thariq:15-17)
December 5, 2017
Mendiamkan kemungkaran akan di tanya nanti!
{2542} Dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah َshalallahu alaihi wassalam bersabda: 'Pada hari Kiamat Allah akan menanyai setiap hamba-Nya, hingga Dia akan bertanya: 'Apa yang menghalangimu mengingkari kemungkaran yang kamu lihat?' Lalu Allah menuntunnya (menyebutnya) alasannya, sehingga dia dapat berkata: 'Ya Rabbku, aku percaya kepada (sya'riat)-Mu namun aku juga takut kepada orang banyak.'" No.929
~Silsilah Hadith Shahih oleh Syaikh al-AlBani~
December 2, 2017
Fitnah Jabatan dan Kedudukan
Asy Syeikh Sholih Al Fauzan hafidzohullah:
(فتنة الرئاسة والترؤس كم من ضيع دينه؟ من أجل أن يحصل على منصبِ مرتفع، من اجل أن يحصل على منصبِ مرتفع ولو ببيع دينه، والعياذ بالله)
Fitnah kedudukan dan kepemimpinan, berapa banyak dari orang yang telah menyia nyiakan agamanya?
Agar dapat kedudukan yang tinggi, agar dapat jabatan yang tinggi walaupun dengan menjual agamanya, wal iyadzu billah.
…………………………
telegram.me/berbagiilmuagama
http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/13114
Subscribe to:
Posts (Atom)