SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....

November 30, 2013

Apakah ilmu pengetahuan saat ini lebih banyak dari waktu dahulu?

"Perkataan (pendapat) pada saat ini lebih banyak, tetapi ilmu pada masa lalu lebih banyak. " [1]

Buku-buku pada saat ini banyak sekali. Pendapat, perdebatan, serta pemikiran-pemikiran sangat banyak, sedangkan yang dimaksud ilmu dengan berbagai macam variasinya adalah apa yang dibawa oleh Rasul dari Allah Subhanahu Wata'ala,seperti firman-Nya, [2]

"Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu." [QS. Ali Imran:61]

"Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya."  [QS. An-Nisa': 166]

Ketika zaman telah berjalan jauh, banyak manusia yang menjadikan angan-angan yang ada dalam pikiran, hal-hal yang terbesit dalam hati dan pendapat-pendapat yang ada sebagai ilmu. Kemudian mereka menulis buku-buku yang menjadikan jiwa resah, zaman bergolak dan hati padam. Bahkan ramai orang yang secara terang-terangan mengatakan bahwa dalam Al-Quran dan As-Sunnah itu tidak ada ilmu dan dalil-dalil yang dapat menghasilkan keyakinan dan ilmu. Syaitan telah membisikkan kata-kata itu dalam diri mereka, sehingga hati mereka terlepas dari ilmu dan iman, seperti terlepasnya ular dari kulitnya dan baju dari pemakainya.
Ref: 
[1] Ayyub bin Abi Tamimah Kaisan; Tahdzib At-Tahdzib
[2] Hammad bin Zaid ; Tadzkiratul Huffadz
Dari Al-Fawa'id karya Ibnu Qayyim 

November 29, 2013

Dua golongan yang saling bertentangan dalam soal ibadah.

Golongan Pertama: golongan yang mengurangi makna ibadah serta meremehkan  perlaksanaannya. Mereka meniadakan berbagai macam ibadah dan hanya melaksanakan ibada-ibadah yang terbatas pada syiar-syiar tertentu dan sedikit, yang hanya diadakan dimasjid-masjid saja. Tidak ada peluang untuk beribadah dirumah, dipejabat, ditoko, dibidang sosial, muamalah, politik, juga tidak dalam peradilan sengketa dan dalam perkara kehidupan lain.
Memang benar, masjid mempunyai keistimewaan dan harus dipergunakan untuk shalat fardhu. Akan tetapi, ibadah mencakup seluruh aspek kehidupan Muslim, baik di masjid maupun diluar.

Golongan Kedua: golongan yang bersikap berlebih-lebihan dalam praktik ibadah sampai batas ekstrim, melampau. Ibadah melebihi apa yang sudah disyariatkan. Mereka menghukumi sesat dan salah orang yang tidak mengikuti cara-cara mereka beribadah, serta menyalahkan orang-orang yang berfahaman selain fahaman mereka.
 
Padahal, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam dan seburuk-buruk perkara adalah perkara bid'ah. 

Allahul Musta'an. 
Ref:Kitab Tauhid Ummul Qura; karya Dr Shalih bin Fauzan.

November 27, 2013

Ancaman orang yang berdusta atas (nama) Nabi shallallahu alaihi wassalam .

"Janganlah kalian berdusta atas namaku. Sungguhnya, orang yang berdusta atas namaku hendaklah ia masuk Neraka! ".  [HR. Bukhari 107]

Larangan ini berlaku umum dan ditujukan kepada seluruh pendusta, serta berlaku mutlak untuk segala macam bentuk kebohongan. Ertinya janganlah memakai namaku untuk melakukan sebuah kedustaan. Walaupun itu untuk tujuan membela nama beliau.

Sebagian orang telah keliru akibat kejahilannya. Mereka membuat (menyampaikan)  hadis-hadis palsu didalam anjuran untuk beramal dan untuk peringatan untuk tidak melakukan pelanggaran dengan argumen ; "Kami berdusta bukan untuk keburukan Nabi shallallahu alaihi wassalam, tetapi untuk mendukung syariat beliau." Mereka tidak sedar bahwa kedustaan atas nama beliau sama erti berdusta atas nama Allah Subhanahu Wata'ala. Sebab perbuatan tersebut bererti menetapkan sebuah hukum baru didalam syariat, baik hukumnya wajib atau mustahab; atau haram dan makruh.

Jadi alasan sebagaipun tidak dapat diterima, kerana berdusta dijadikan penyebab masuknya seseorang kedalam Neraka. Sebab konsekuensi suatu perkara pasti terjadi, dan dalam hal ini kepastian seseorang akan masuk Neraka adalah disebabkan oleh kedustaan atas nama Nabi. 

Hal ini didukung oleh HR Muslim, "Barang siapa yang berdusta atas namaku, niscaya dia akan masuk Neraka." Dan HR. Ibnu Majah pula; "Berdusta atas namaku akan memasukkan seseorang ke dalam api Neraka." 

Sebab itulah Abdullah az-Zubair dan Sahabat yang lain tidak banyak meriwayatkan hadith sebab mereka takut bilamana banyak meriwayatkan hadith akan terjatuh pada kekeliruan, kemungkinan akan berdosa jika ia dengan sengaja memperbanyak periwayatan hadith.

Tetapi hari ini kita lihat senario yang sangat berbeza. Ramai penceramah, para dai' (yang jahil) yang menggunakan "Nabi kata....", 'Kata Nabi...' tanpa merujuk pada keshahihan sesuatu hadith atau berita. Yang paling parah ada yang mereka-reka sesebuah amalan, dzikir atas nama Nabi. Ada pula yang bermimpi jumpa Nabi shallallahu alaihi wassalam dan beliau mengajarkan atau mengiyakan sesuatu amalan baru. Ini adalah lebih buruk lagi sebab memfitnahkan bahwa beliau tidak mengajar umatnya sebelumnya. ...    Wallahu a'lam.
Ref: Fathul Bari; Ibnu Hajar

November 23, 2013

Lapan jenis angin.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Ubaidullah bin Amr mengatakan;  "Angin itu ada delapan; empat diantaranya mengandung rahmat dan empat lainnya mengandung azab."

Empat angin yang mengandung rahmat adalah:- an-Naasyiraat, al-Mubasysyiraat, al-Mursalat dan adz-Dzaariyaat.
Sedangkan angin yang mengandung azab adalah:- 'Aqiim dan Sharshar didaratan serta 'Aashif dan Qaashif di lautan. 

Jika Allah Subhanahu Wata'ala menghendaki, niscaya Dia menggerakkannya dengan gerakan rahmat, hingga menjadi lapang, rahmat, gembira dari kasih sayang-Nya, dibawa oleh awan yang berisi air, seperti laki-laki memancarkan air mani kepada wanita hingga hamil. 

Dan jika Dia menghendakinya niscaya Dia menggerakkannya dengan gerakan adzab dengan menjadikannya mandul dan mengandung siksaan yang pedih serta menjadikan seksa pada hamba-hamba yang di kehendaki-Nya. Lalu Dia menjadikannya angin Sharshar (gemuruh), 'Aatiya (sangat dingin) dan merusak apa saja yang dijangkaunya. Angin itu berbeda-beda dalam hembusannya yang deras dan sepoi-sepoi, selatan dan utara.

"Dan sungguh jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka itu menjadi orang yang ingkar."  [QS. Ar-Ruum, 30:51].
Tafsir Ibnu Katsir 6/30:51

November 22, 2013

Menu Makanan Jahanam.

Allah Ta'ala berfirman yang ertinya;
"Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih didalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas." 
[QS. Al-Dukhaan 44:43-46]

Allah Ta'ala berfirman yang ertinya;
"Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan."  Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit?).  [QS. Al Waqi'ah 56:51-57]

Allah Ta'ala berfirman yang ertinya;
"Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dzalim."  [QS. Al Shaffat 47:63]

Qatadah berkata Allah memberi khabar mereka bahwa didalam Neraka itu ada pohon. Dan Neraka membakar pohon zaqqum tersebut. Dengan demikian Allah memberitahu bahwa makanan penduduk Neraka tersebut dari api. Telah diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa pohon zaqqum tumbuh mengakar di Neraka Saqar. Al-Hasan berkata bahwa akar pohon zaqqum menancap didasar Neraka Jahanam.

Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda; "Seumpama ada setetes dari pohon zaqqum menetes didunia , pasti kehidupan penduduk bumi ini akan musnah. Bagaimana dengan orang yang memakannya? "  [HR. Al Tirmidzi secara mauquf dari Ibn Abbas, shahih]

Hanya kepada Allah kita memohon hidayah dan taufiq dan menyelamatkan kita dari api Neraka.
Ref: Jerat-Jerat Neraka, oleh Ibnu Rajab. Judul asli; Al Takhwiif min al Naar wa al Ta'rif Hal Daar al Bawaar.