SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....

March 31, 2015

"Sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah....

"Sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan."
(HR. ad-Darimi dari Tsauban) 

Yakni, para pemimpin, para 'ulama' dan para ahli ibadah, mereka menetapkan hukum terhadap manusia tanpa landasan ilmu, sehingga mereka menyesatkan kebanyakkan manusia, sebagaimana Allah Tabaraka wa Taala berfirman; 

"Dan mereka berkata, 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).'"  
[QS. Al-Ahzab: 76]
Dalam Qurrah Al-Uyun, "Sebagaimana firman Allah Ta'ala;
"Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui orang-orang yang melampaui batas."  [QS. Al-An'am: 119]

"Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka sebagian besar dari orang-orang yang dahulu."  [QS. Ash-Shaffat: 71]

Allah Tabaraka Taala telah menjelaskan jalanNya yang lurus dimana ia adalah jalan orang-orang yang beriman.
"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikit lah kamu mengambil pelajaran darinya."  [QS. Al-A'raf: 3]
Dinukil dari Fathul Majid hal.623; bab Menyembah Berhala

"Yang menghancurkan Islam adalah ..."


Umar Radiyallahuanhu berkata; 

"Yang menghancurkan Islam adalah kekeliruan seorang ulama, penentangan orang munafik dengan alQur'an dan hukum para pemimpin yang menyesatkan."

(Ad-Darimi meriwayatkan dari Ziyad bin Hudair)
Dinukil dari Fathul Majid hal.623; bab Menyembah Berhala.

March 30, 2015

Ghuluw terhadap orang salih saja dilarang, bagaimana pula ghuluw terhadap orang kafir

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 
"Jauhilah ghuluw (sikap berlebihan), kerana yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah sikap ghuluw."  [HR. Ahmad no.3238; an-Nasa'i no.3059; Ibnu Majah 3029]

"Celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan x 3" [HR. Muslim no.2670]

Syirik pertama yang terjadi dimuka bumi  ialah mengagungkan orang-orang salih. Ini menunjukkan kewajiban mewaspadai sikap ghuluw dan berhati-hati dari sarana-sarana syirik, walaupun mungkin maksud-nya adalah baik. Kerana syaitan berhasil menjerumuskan manusia kedalam syirik melalui pintu ghuluw pada orang-orang salih dan berlebih-lebihan dalam memuja mereka sebagaimana hal seperti terjadi pada umat ini.

Imam an-Nawawi berkata; "Di dalamnya (hadith ini) terdapat larangan berlebih-lebihan dalam berbicara, tentang membaguskan-baguskan dan memfasih-fasihkan ucapan, menggunakan bahasa yang tidak popular dan i'rah yang tersembunyi dalam berbicara kepada orang-orang awam dan yang seperti mereka." (Fathul Majid Syarh Kitab at-tauhid penulis Syaikh Abdurrahman bin Hassan Alu asy-Syaikh)

Jika ghuluw terhadap orang-orang salih saja dilarang, bagaimana pula ghuluw terhadap orang kafir?
Allahul Musta'an

March 29, 2015

Kesyirikan kini lebih parah daripada Kesyirikan kaum Nabi Nuh.

Awal perbuatan kesyirikan dikalangan manusia terjadi pada kaum Nabi Nuh alaihissalam. Ketika orang-orang salih dari kaum itu meninggal dunia, syaitan pun membisikkan kepada kaumnya agar mereka membuatkan patung-patung mereka, sekaligus diberikan dengan nama orang salih itu. Akhirnya generasi berikutnya, kerana ilmu mula terkikis, mereka jadikan patung-patung itu sebagai sembahan. Sebagaimana firman Allah Taala;
"Dan mereka berkata; "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian, dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr."  [QS. Nuh: 23].

Itu lah nama orang-orang salih yang ada pada kaum Nabi Nuh alaihissalam. (Tafsir Ibnu Katsir)

Jelaslah perbedaan antara kesyirikan zaman beliau dengan kesyirikan orang-orang dizaman ini yang lebih parah! 
Kaum Nuh membuat patung-patung orang-orang SALIH mereka yang kemudian dijadikan sesembahan generasi berikutnya. Tetapi masyarakat kini menjadikan orang KAFIR, sebagai satu sosok pengagungan, pemujaan, penyembahan..Na'uzubillah...

Ibnu Taimiyyah mengatakan; "Dimanakah orang-orang yang hatinya dapat memahami hal tersebut? Kebanyakkan manusia lalai memperhatikan hal ini dan mereka tidak bisa membedakan antara kebenaran dengan kebatilan. Mereka menyangka yang batil itu benar. Sebaliknya, mereka menyangka yang benar itu batil.. Allahul Musta'an.
Red: Syarah 'Kasyfu Syubuhat, membongkar akar Kesyirikan' oleh Syaikh al-Utsaimin.

March 26, 2015

Bentuk-bentuk iman yang tidak benar..

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata;
"Kebanyakan kaum Muslimin, bahkan mungkin seluruhnya, mengaku beriman. Namun sebagian besar manusia tidak beriman, meskipun Anda sangat menginginkannya. Sedangkan sebagian besar antara yang beriman, mereka hanya memiliki keimanan global. Adapun keimanan terinci adalah keimanan yang dibawa Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang berisikan makrifat, keilmuan, pernyataan, kecintaan serta pengetahuan terhadap lawan hal tersebut. Keimanan ini adalah keimanan kelompok khusus dari umat ini dan keimanan Nabi yang khusus serta keimanan Abu Bakar ash-Shiddiq radiyallahanhu dan kelompoknya."

Antara bentuk-bentuk iman yang tidak benar :-
1) Secara umum, kebanyakan kaum Muslimin hanya mampu beriman berupa pernyataan tentang adanya Pencipta yang mencipta langit, bumi dan segala yang ada diantara keduanya. Para penyembah patung dari kelompok Quraish juga menyatakan keimanan yang sama.

2) Menyatakan dua kalimah shahadah, baik disertai mengerjakan amal perbuatan yang diwajibkan kepadanya atau tidak, baik ucapannya sesuai dengan hatinya atau tidak.

3) Mereka mengaku beriman, tetapi mereka mengingkari sifat-sifat Allah, Zat-zatNya. Sebagaimana imam Ahmad mengatakan, " Mereka berselisih pendapat tentang alQur'an, menentang alQur'an dan akhirnya sepakat untuk meninggalkannya." (Mereka mentakwil, menafsirkannya mengikut pendapat, hawa nafsu mereka.)

4) Mereka berpendapat bahwa iman adalah sekadar berupa akhlak baik, bergaul dengan baik, wajah ceria, berprasangka baik kepada setiap orang dan pemaaf.

6) Memiliki keimanan dan menyembah Allah, tetapi sekadar mengikuti perasaan dan keinginan yang mereka tentukan sendiri. Keimanan dan ibadah mereka tidak berdasarkan apa yang dibawa oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

7)  Beriman sesuai dengan apa yang secara kebetulan mereka warisi dari nenek moyang mereka apapun itu, bahkan keimanan mereka didasari oleh dua fondasi; 1.pendapat nenek moyang mereka, 2. bahwa apa yang mereka katakan itulah kebenaran (bukan menurut nas).

8) Berpendapat bahwa iman adalah melepaskan diri dari dunia, mengosongkan hati darinya dan berzuhud. Jika mereka melihat seseorang seperti itu, maka mereka mengangkatnya sebagai pemimpin walaupun pengetahuan dan perbuatannya jauh dari iman.

Lebih parah lagi mereka menjadikan iman sekedar ilmu, tanpa amal. Mereka mengaku beriman tapi menentang iman. Mereka beriman tetapi menetapkan syarat-syarat yang bertentangan dengan iman itu sendiri yang sama sekali tidak termasuk iman.. Allahul Musta'an 
' Al-Fawaid oleh Ibnu Qayyim '