Jalan Kebenaran Hanya Satu. “Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Al-Baqarah: 147) "Barangsiapa yang mengajak orang lain kepada kebaikan maka baginya pahala semua orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun." (HR Muslim)
SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....
April 10, 2016
Iblis juga gunakan logik falsafah.
"Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam Shurga)." [Qs. Al A'Raaf:20]
Orang-orang yang zhalim, kebanyakan tidak mengetahui
"(Yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka dan mereka tidak di tolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zhalim ada adzab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." [Qs. Ath-Thuur : 46-47]
April 9, 2016
Orang yang paling dulu dapat kemuliaan di akhirat.
Barangsiapa di dunia ini yang berlumba-lumba menuju kebaikan, maka di akhirat kelak ia termasuk orang-orang yang paling dulu mendapatkan kemuliaan, kerana balasan itu sesuai dengan amal perbuatan; sebanyak engkau berhutang, sebanyak itu pula dibayarkan.
"Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk shurga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah)." [Qs. Al-Waaqi'ah: 9-10]
"Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk shurga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah)." [Qs. Al-Waaqi'ah: 9-10]
~Lihat Tafsir Ibnu Katsir~
April 8, 2016
Tanda Allah Tidak menginginkan kebaikan untuk seseorang
Berkata Al-Imam ibnu Baz rahimahullah,
Dan barang siapa yang berpaling dari pemahaman agama, maka yang demikian termasuk tanda-tanda bahwasanya Allah tidak menginginkan kebaikan untuknya.
Al-Fatawa, 7/207
Sumber: @benbaaz
Dan barang siapa yang berpaling dari pemahaman agama, maka yang demikian termasuk tanda-tanda bahwasanya Allah tidak menginginkan kebaikan untuknya.
Al-Fatawa, 7/207
Sumber: @benbaaz
April 7, 2016
Antara mencari kebenaran dan membenarkan pendapatnya.
Asy Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah berkata:
Bila engkau berkata kepada pengikut kebenaran jika dia salah: " Engkau menyalahi dalil, engkau menyalahi sunnah." Maka sesungguhnya dia akan menerimanya. Karena tujuannya adalah kebenaran, dan bukanlah dia bermaksud untuk memenangkan pendapatnya.
Adapun bila engkau berkata kepada pengikut hawa nafsu: "Engkau salah" Maka sesungguhnya dia akan marah keras. Dan ini adalah tanda ahlul ahwa (pengikut hawa nafsu) bahwa setiap orang ingin memenangkan hawa nafsunya (pendapatnya).
[Syarhus Sunnah Lil Barbahariy hal. 56]
Bila engkau berkata kepada pengikut kebenaran jika dia salah: " Engkau menyalahi dalil, engkau menyalahi sunnah." Maka sesungguhnya dia akan menerimanya. Karena tujuannya adalah kebenaran, dan bukanlah dia bermaksud untuk memenangkan pendapatnya.
Adapun bila engkau berkata kepada pengikut hawa nafsu: "Engkau salah" Maka sesungguhnya dia akan marah keras. Dan ini adalah tanda ahlul ahwa (pengikut hawa nafsu) bahwa setiap orang ingin memenangkan hawa nafsunya (pendapatnya).
[Syarhus Sunnah Lil Barbahariy hal. 56]
Subscribe to:
Posts (Atom)