SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....

November 13, 2019

Jaminan Allah atas Penginfak

Tidak perlu khawatir dengan infak Anda kerana Allah-lah Yang Maha Pemberi Rizki. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

 *“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).*_

Lihatlah bagaimanakah penjelasan yang amat menarik dari Ibnu Katsir rahimahullah mengenai ayat ini. 
Beliau mengatakan, 

 _“Selama engkau menginfakkan sebagian hartamu pada jalan yang Allah perintahkan dan jalan yang dibolehkan, maka Allah-lah yang akan memberi ganti pada kalian di dunia, juga akan memberi ganti berupa pahala dan balasan di akhirat kelak.”_ 

 *(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11/293)* 

Semoga Allah memberikan kita anugerah dan berkah pada segala harta titipan-Nya yang kita keluarkan di jalan Allah. Aamiin}


https://t.me/InginKenalSunnah

November 8, 2019

KERUSAKAN ILMU MASA KINI


Berkata Asy-syeikh Abdul Majid Jum'ah hafizhahullah:

Dahulu kita beradu hujjah kepada tokoh-tokoh dengan dalil-dalil, kini kita menjadi beradu hujjah kepada dalil-dalil dengan tokoh-tokoh!
Dahulu kita mengatakan kenalilah al-haq niscaya kau mengenali tokoh-tokoh, kini perkara ini menjadi kenalilah tokoh-tokoh niscaya kau kenal al-haq!
Ini termasuk kerusakan ilmu.

https://t.me/InginKenalSunnah

November 6, 2019

Waspada Ujub & Merasa Diri Paling Berjasa

Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah berkata, “Tak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan daripada ujub (bangga diri) dan memandang diri berjasa dengan berlebihan.” (Al-Fawa’id hal. 147)

Ujub dan berlebihan memandang jasa diri keduanya pembunuh ilmu dan perusak amal. Lawan dari kedua sifat buruk tersebut adalah berlaku tawadhu (rendah hati), senang menyembunyikan amal sholih, dan meyakini semua yang diusahakannya itu berkat tawfiq dan pertolongan Allah.


https://t.me/manhajulhaq

Makhluk-makhluk yang Kekal

Assalamu’alaikum, Afwan mau tanya adakah dalil yang menjelaskan tentang 8 mahluk Allah yang kekal (surga, neraka, pena, lauhul mahfudzh, kursi, arsy, ruh, tulang buntut)? Syukran

Jawab: Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh. Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an was Sunnah. Kekalnya neraka dalam surat Al-Bayyinah ayat 6, Az-Zukhruf ayat 74, kekalnya surga dalam surat Al-Furqon ayat 16.

Al-Imam Al-Barbahari berkata, “Dan segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah kehancurannya maka akan binasa, kecuali Surga, Neraka, ‘Arsy, Kursi, Sangkakala, Al-Qolam (pena), dan Lauhul Mahfuzh. Semua itu tidak akan binasa selama-lamanya.”

Syaikh Al-'Allamah Ahmad An-Najmi menjelaskan, “Semua yang disebutkan di atas tidaklah diciptakan untuk binasa sedikitpun. Bahkan semua itu telah diciptakan sebelum langit dan bumi. Dan ketika alam semesta ini hancur, makhluk-makhluk Allah tersebut tidak ikut binasa bahkan akan tetap kekal.” (Irsyadus Sari fi Syarhissunnah lil Barbahari hal. 123)

Begitu pula ruh, kekal setelah penciptaannya, akan tetapi kekalnya ruh bukan berarti tidak fana (hancur). Ruh memiliki sifat fana dan kekekalan ruh itu bukan berasal dari dzatnya akan tetapi karena Allah yang menjadikannya kekal. (Syarh Al-'Aqidah Ath-Thohawiyyah). 

Adapun tulang ekor manusia disebutkan dalam riwayat Al-Bukhori, bahwa tubuh manusia semua akan binasa kecuali tulang ekornya dari tulang itu manusia akan dibangkitkan. Maka sifat kekal yang berlaku pada makhluk berbeda dengan sifat kekal yang ada pada Al-Kholiq.


https://t.me/manhajulhaq

Amal tanpa ikhlas bagai musafir.......

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (Wafat: 751H) mengatakan,

العَمَلُ بِغَيْرِ اِخْلاَصٍ وَلاَ اِقْتِدَاءٍ كَالمُسَافِرِ يَمْلَأُ جِرَابُهُ رَمْلاً يُثْقِلُهُ وَلَا يَنْفَعُهُ


“Amal tanpa ke-ikhlasan dan tidak mengikuti petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam itu bagai seorang musafir yang memikul beg galas berisi bekal pasir. Ianya memberatkan tapi tidak bermanfaat.” [Al-Fawaa’id, m/s. 49]