SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....
Showing posts with label Ilmu. Show all posts
Showing posts with label Ilmu. Show all posts

April 23, 2013

Rahsia Doa Yang Sering Dibaca oleh Syeikh Abdurrazzaq hafizhahullah Dalam Setiap Ceramah


Bagi yang memperhatikan ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Syeikh Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafizhahullah, senantiasa akan mendengar baik di awal atau di akhir ceramah, beliau menyebutkan doa-doa dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan diantara doa yang beliau sebutkan adalah:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Artinya: “Wahai Allah, perbaikilah agamaku yang ia adalah penjaga perkaraku dan perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya kehidupanku dan perbaikilah akhiratku yang di dalamnya tempat kembaliku dan jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan untukku di dalam setiap kebaikan dan jadikanlah kematian ini sebagai istirahat untukku dari setiap keburukan.” HR. Muslim.
Berkata Ath Thibi menjelaskan hadits ini:
إصلاح المعاد اللطف والتوفيق على طاعة الله وعبادته وطلب الراحة بالموت فجمع في هذه الثلاثة صلاح الدنيا والدين والمعاد وهي أصول مكارم الأخلاق
“Di dalam hadits ini terdapat; perbaikan akhirat, kelembutan dan petunjuk untuk taat dan ibadah kepada Allah dan meminta kenyamanan dengan kematian, maka terkumpullah di dalam tiga perkara ini, kebaikan dunia, agama dan akhirat dan ia adalah pokok dasar dari akhlak yang mulia.” Lihat kitab At Taisir Bi Syarh Al Jami’ Ash Shaghir, karya Al Munawi, 1/441.
Berkata Ash Shan’ani menjelaskan hadits ini:
تضمن الدعاء بخير الدارين
“Doa ini mengandung kebaikan dua kampung(;dunia dan akhirat).” Lihat kitab Subul As Salam, 4/223.
Dan Doa yang sering beliau baca juga adalah, doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِى إِلَى نَفْسِى طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِى شَأْنِى كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Wahai Allah, dengan rahmat-Mu aku berharap , janganlah sandarkan diriku kepadaku walau sekejap matapun dan perbaikilah keadaanku seluruhnya, sungguh tiada sembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.” HR. Abu Daud dan Ahmad.
Berkata Al Munawi menjelaskan hadits ini:
(دعوات المكروب) أي المغموم المحزون أي الدعوات النافعة له المزيلة لكربه والكرب بفتح فسكون ما يدهم المرء مما يأخذ بنفسه ويغمه ويحزنه (اللهم رحمتك أرجو فلا تكلني إلى نفسي طرفة عين وأصلح لي شأني كله لا إله إلا أنت) ختمه بهذه الكلمات الحضورية الشهودية إشارة إلى أن الدعاء إنما ينفع المكروب ويزيل كربه إذا كان مع حضور وشهود ومن شهد لله بالتوحيد والجلال مع جمع الهمة وحضور البال فهو حري بزوال الكرب في الدنيا والرحمة ورفع الدرجات في العقبى
“Maksud dari “Da’awatul Makrub” adalah doanya seorang yang resah dan sedih yaitu doa-doa yang bermanfaaat untuknya menghilangkan kesulitan yang menyulitkan dirinya, meresahkan dan menyedihkannya.
Maksud dari “اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِى إِلَى نَفْسِى طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِى شَأْنِى كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengakhiri doa ini dengan kalimat-kalimat yang hadir dan dalam bentuk menyaksikan (yaitu dengan redaksi perkataan yang seakan berbicara langsung kepada Allah), hal ini adalah menunjukkan bahwa doa hanya akan bermanfaat untuk seorang yang dalam kesulitan dan akan menghilangkan kesulitannya, jika bersamaan dengan sikap hadir dan kesaksian, barangsiapa yang bersyahadat untuk Allah dengan mentauhidkan dan mengagungkan-Nya yang disertai dengan terkumpulnya tekad dan hadirnya hati, maka diharapkan dengan sangat lenyapnya kesulitan di dunia serta mendapatkan rahmat dan pengangkatan derajat di akhirat.” Lihat kitab Faidh Al Qadir, 3/702.
Sungguh pemilihan doa yang jitu, karena di dalam dua doa ini terdapat:
  1. Meminta kebaikan dalam beragama karena jika beragama baik maka akan berpengaruh kepada kebaikan dalam perkara dunia dan jika perkara beragama dan dunia baik maka dengan rahmat Allah akan mendapat kehidupan akhirat yang baik.
  2. Meminta kebaikan dunia akhirat yang setiap makhluk sangat menginginkannya
  3. Meminta dijauhkan dari setiap resah, gundah, galau, sedih karena manusia hidupnya tidak lepas dari resiko, bahaya dan ujian.
Jazakumullah khairan wahai Syeikh Abdurrazzaq wa hafizhakum, telah mengajarkan sunnah kepada kami umat Islam dengan tingkah lakumu bukan hanya dengan perkataanmu.
Sumber: Dakwahsunnah.com ;  Ditulis oleh Ahmad Zainuddin
Senin, 12 Jumadats Tsaniyah 1434H, Damma

May 25, 2012

Empat Golongan Penyebab Hilangnya Islam

Al-Imaam Ibnul Qayyim rahimullah berkata:

Telah berkata Muhammad bin Al Fadhl Ash-Shuufy Az-Zazhid : Hilangnya Islam itu disebabkan oleh empat golongan manusia :

1.. Orang yang tidak beramal dengan apa-apa yang ia ketahui.

2.. Orang yang beramal dengan apa-apa yang ia tidak ketahui. (beramal tanpa ilmu)

3.. Orang yang tidak beramal dan juga tidak berilmu.

4.. Orang yang menghalangi manusia untuk belajar ilmu.


Aku (Ibnul Qayyim) berkata :


Golongan Pertama :  Adalah orang yang mempunyai ilmu namun tidak mau beramal. Mereka ini lebih berbahaya terhadap masyarakat, sebab ia menjauhkan hujjah bagi mereka dalam setiap kekurangan dan kesulitan yang dilakukan oleh orang tersebut.

Golongan Kedua :  Adalah ahli ibadah namun bodoh (jahil) . Manusia berprasangka baik dengan karena ibadah dan kebaikan yang dilakukannya. Maka mereka pun mengikutnya disebabkan atas dasar kejahilan yang dilakukan oleh orang tersebut. Kedua golongan di atas telah disebutkan oleh sebagian ulama salaf dengan perkataan mereka : “ Hati-hati lah terhadap orang alim yang fajir dan seorang ahli ibadah yang jahil, karena fitnah keduanya merupakan fitnah bagi setiap orang yang terfitnah.”  Sesungguhnya manusia itu akan mengikuti ulama dan ahli ibadah di kalangan mereka. Apabila ulama itu adalah seorang fajir (senang bermaksiat) dan ahli ibadah itu adalah seorang yang jahil, maka meratalah musibah (bagi manusia) akibat keduanya. Menjadi besarlah fitnah, baik bagi kalangan tertentu dan juga masharakat awam.


Golongan Ketiga :  Adalah orang yang tidak berilmu lagi tidak beramal yang mereka ini seperti binatang ternak.


Golongan Keempat : Adalah para utusan Iblis di muka bumi yang (bertugas) melemahkan semangat manusia dalam menuntut ilmu dan ber-tafaqquh fid-diin (mendalami ilmu agama) . Mereka ini lebih berbahaya dibandingkan syaithan syaithan dari golongan jin. Mereka senantiasa memberikan tipu muslihat antara hati-hati manusia dan petunjuk/jalan Allah (yang lurus).

Keempat golongan yang disebutkan oleh Muhammad bin Al-Fadhl – rahmatullaahi ‘alaih - , kesemua berada pada tepi jurang dan di atas jalan kebinasaan. Dan tidaklah akan ditemui suatu bahaya dan permusuhan yang menimpa seorang yang alim yang menyeru kapada Allah dan Rasul-Nya, kecuali disebabkan oleh (kejahatan) tangan-tangan mereka. Allah akan menjadikan siapapun yang dikehendaki-Nya (untuk beramal dengan amalan) yang menjadikan sebab kebencian mereka terhadapnya sebagaimana Dia akan menjadikan orang yang Dia cintai untuk beramal dengan apa-apa yang menjadi keredhaan-Nya.(Allah ta’ala berfirman; “Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui(keadaan) hambaNya lagi Maha Melihat.
 ( QS. Asy-Syuura:27)
Tidak ada yang dapat menyingkap rahasia dan tariqah golongan golongan ini kecuali ilmu. (Dengan hal itu), maka kembalilah kebaikan dengan segala unsurnya kepada ilmu dan segala pendorongnya; dan kembalilah kejelekan dengan segala unsurnya kepada kebodohan dengan segala pendorongnya pula.”

Miftaah Daaris- sa’adah oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, 1/160/161; Darul- kutub Al- Ilmiyyah, Beirut – Abu Jauzaa’ Perumahan Ciomas permai, Ciapus, Ciomas Bogor, 16610 – Http: //abul-jauzaa.blogspot.com.

Semoga kita tidak termasuk salah satu di antara empat golongan tersebut....