SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....

November 8, 2013

Nabi melarang membunuh empat binatang.

Dalam sebuah isnad shahih, hadith berasal dari Ibnu Abbas radiyallahuanhu, beliau berkata;

Nabi shallallahu alaihi wassalam melarang membunuh empat binatang yaitu :-

Semut, lebah, burung hud-hud dan burung shurad.

[HR. Abu Daud dan Ibnu Majah]

Manusia pertama yang menulis بسم الله الرحمن الرحيم

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman yang ertinya;

"Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isinya) : "Dengan menyebut nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang."   [QS. An-Naml:30]

Menurut para ulama salaf, tidak ada seorang pun yang menulis   'Bismillahirrahmaanirrahiim'  sebelum Sulaiman alaihissalam. Maimun bin Mihran berkata sebelum turunya ayat ini, dahulu Nabi shallallahu alaihi wassalam menulis surat dengan باسمك اللهم  (bismika Allahumma). Lalu beliau menulis surat dengan بسم الله  الر حمن الرحيم .
Wallahu a'alam. 

Tafsir Ibnu Katsir ;27:13

November 5, 2013

Hal yang menyebabkan ramai yang mengabaikan Sunnah.

Setelah generasi salaf, muncul generasi yang mengabaikan dan menelantarkan Sunnah disebabkan oleh pola fikir sebagian ulama ahli retorika (kalam) dan kaidah-kaidah yang di ambil oleh para ulama ushul dan para pakar fiqih yang hanya bisa bertaklid kepada yang lain.

Hal inilah yang membuat mereka mengabaikan Sunnah yang akhirnya mempunyai pengaruh besar untuk meragukan keshahihan banyak hadith dan menolak sebagiannya, dengan alasan bertentangan dengan kaidah yang mereka buat. Mereka berani merubah ayat-ayat tanpa merujuk kepada Sunnah dan dijadikan sebagai hukum, justru mereka memutarbaliknya, menyesuaikan Sunnah dengan kaidah mereka. Apabila sesuai, mereka menerimanya dan jika tidak, mereka menolaknya.

Akhirnya terputus lah hubungan mereka dengan Nabi shallallahu alaihi wassalam. Mereka tidak mengenali beliau, tidak mengenal aqidah, sejarah, tata cara ibadah, puasa, shalat Tahajjud, haji, hukum dan fatwa-fatwanya. Ketika ditanya tentang masa'alah terkait dengan hal tersebut, mereka menjawab dengan hadith Dha'if atau hadith tanpa sumbernya, atau sesuai dengan mazhab si fulan. Apabila mereka di ingatkan tentang hadith Dha'if itu, mereka tidak mengindahkan dan enggan merujuk kepada hadith shahih atas alasan yang menyesatkan.

Semua ini disebabkan oleh kaidah dan pokok-pokok pemikiran mereka yang menggunakan logik dan ilmu retorika (kalam).

Wabak ini telah menyebar dan menguasai seluruh negara Islam. Bahkan ditulis di berbagai majalah ilmiah, buku-buku kecil kecuali hanya sedikit skali yang bersih dari wabah tersebut.
Sehingga sulit sekali mendapati orang yang berfatwa sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, kecuali hanya sedikit sekali dan itu pun disebut orang aneh.

Justru kebanyakkan mereka bersandar kepada salah satu empat mazhab Hanafi, Hanbali, Maliki, Shafi'e mengambil fatwa yang mana mereka lihat menguntungkan, menurut anggapan mereka. Kadang kala mereka menisbahkannya kepada sesuatu diluar empat mazhab.

Sedangkan Sunnah menjadi sesuatu yang di lupakan, kecuali apabila menggunakannya akan mendatangkan keuntungan pada mereka.
Allahul Musta'an
Ref: Berhujah dengan hadith Ahad dalam masa'alah aqidah dan hukum oleh Syaikh Al-Albani.

November 3, 2013

Perbandingan hati manusia yang tuli dengan gunung yang keras.

"Kalau sekiranya al-Quran diturunkan kepada sebuah gunung, pasti ia akan tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah Subhanahu Wata'ala. [QS. Al-Hasyr: 21.]

Jika gunung yang perkasa dan keras, seandainya ia memahami makna al-Quran, lalu merenungkannya, niscaya akan tunduk terpecah belah kerana takut pada Allah.

Lalu bagaimana pula keadaan hati manusia yang ingkar pada ayat-ayat Allah, padahal dia memahami maknanya?
Allahul Musta'an 

Laki-laki yang paling dibenci Allah.


"Sesungguhnya orang laki-laki yang paling dibenci Allah ialah orang yang paling sengit permusuhannya."
[HR. Bukhari :2457 /Muslim: 2668]
"Sesungguhnya diantara keterangan itu ada yang menyihir."
[HR. Bukhari : 5767/ Muslim: 869]

Kemunafikan yang paling jelek adalah tatkala bersengketa baik dalam hal agama atau hal dunia, seseorang mampu untuk memenangkan kebatilan, membuat kesan pada pendengar, bahwa ia di pihak yang benar, melemahkan kebenaran, dan mengemaskan kebenaran dalam bentuk kebatilan, maka itu termasuk hal haram yang paling buruk.

Di Sunan Abu Daud; 3597; disebutkan hadith dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, dari Nabi shallallahu alaihi wassalam yang bersabda;
"Barangsiapa bersengketa dalam kebatilan padahal ia mengetahuinya, ia selalu dalam kemurkaan Allah hingga ia mencabutnya."

Di riwayat lain Abu Daud,
"Barangsiapa membantu persengketaan dengan dzalim, sungguh ia datang dengan membawa kemarahan Allah ."

"Urusan kalian sepeninggalku akan dipegang orang-orang yang memadamkan sunnah, mengerjakan bid'ah, dan menunda shalat dari waktu-waktunya."  Aku (Ibnu Mas'ud) berkata, "Wahai Rasulullah, jika aku mendapati mereka, apa yang harus aku perbuat?"  Nabi shallallahu alaihi wassalam bersabda, " Tidak ada keta'atan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah."

[HR. Ibnu Majah: 2865 / Imam Ahmad dan anaknya Abdullah 1/399-400, Ath-Thabrani. Hadith shahih]
Allahul Musta'an.
Panduan Ilmu dan Hikmah oleh Ibnu Rajab; Judul asli Jami'ul-Ulum wal-Hikam