SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....

August 30, 2014

Ibnu Arabi dan Ibnu Al Arabi

Ada kerancuan bagi saya antara Ibnu Arabi dan Ibnu Al Arabi. Saya berharap Anda dapat menjelaskan kepada kami perbedaan antara keduanya dan kitab terkenal yang ditulis oleh keduanya ?
Syaikh hafidzahullah menjawab :
Perbedaan antara keduanya jelas sekali. Ibnu Arabi tanpa (al) adalah seorang atheis yang terkenal, orang yang mengatakan wihdatul wujud. Dia termasuk salah satu tokoh sufi ekstrim yang menyeru untuk menjadi atheis dan mengatakan wihdatul wujud. Diantara kitabnya yang paling jelek adalah “Al Futuuhaat Al Makiyyah” dan “Fushushul Hikam”. Kedua kitab tersebut adalah kitab-kitab yang mengajak kepada ajaran atheis yang mengatakan wihdatul wujud, yaitu tidak membedakan antara Khaliq dan Makhluk. Sesungguhnya sesuatu yang ada wujudnya menurut aqidah mereka adalah Allah. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang dia katakan. 
Adapun Ibnu A Al Arabi dengan (al) dia adalah seorang Imam besar yang terkenal : Abu Bakar bin Al Arabi Al Maliki. Beliau memiliki banyak tulisan yang besar, baik dalam bidang hadits maupun tafsir. Beliau juga punya sebuah kitab yang agung dalam membela para sahabat yang beliau namakan : “Al ‘Awaashim minal Qawaashim”. Dalam kitab ini beliau membela Islam dan sahabat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, dan ini adalah kitab yang agung. Beliau juga mempunyai kitab “Tafsiir Aayatul Ahkaam” dalam dua jilid besar. Selain itu beliau juga mensyarah sunan At Tirmidzi, dalam kitabnya : “Aaridhul Ahwadzii fii Syarhi Sunan At Tirmidzi”. Kitab-kitab beliau ini semunya ada dan tercetak,Alhamdulillah. Dengan demikian terdapat perbedaan yang nyata antara dua orang ini. Yang pertama adalah orang kafir dan sesat yaitu Ibnu arabi Al Haatimi At Thaai, sedangkan satunya lagi Ibnu Al Arabi, seorang imam besar dan terkenal dengan keistiqamahan, keilmuan dan ketaqwanya rahimahullah.                                          Sumber: Abukarimah.wordpress.com

Kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?" 
[Asy-Syu'araa:221]

Dalam tafsir Ibnu Katsir rahimahullah, beliau berkata; setelah 
Allah Ta'ala berfirman, berdialog dengan orang-orang musyrik yang mengira bahwa risalah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak benar dan merupakan sesuatu yang dibuat-buatnya atau hasil pemberitaan dari jin. Maka Allah Azza wa Jalla menyucikan diri Rasul-Nya dari tuduhan mereka dan mengingatkan bahwa risalah yang dibawanya adalah benar-benar berasal dari Allah Ta'ala. 
Untuk itu Allah Ta'ala berfirman; 'Apakah akan Aku beritakan kepadamu, " maukah Aku beritahukan kepada kalian: " kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?" 

"Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta."
[Asy-Syu'araa:222-223]

Yaitu, para pendusta dalam perkataannya, orang yang durjana dalam perbuatannya. Inilah orang-orang yang kepadanya syaitan-syaitan itu turun, yaitu para dukun dan para pendusta fasik yang sejenis dengan mereka kerana syaitan itu pun adalah pendusta yang fasik...
Allaahul Musta'an..
Ref: Tafsir Ibnu Katsir ;22:221-223

August 26, 2014

Tasbihnya burung ..

"Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Mahamengetahui apa yang mereka kerjakan."  
[An-Nuur; 24:41]
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan, bahwa seluruh makhluk yang ada di langit dan dibumi, mulai dari Malaikat, manusia, jin, hewan sampai benda mati, bertasbih kepada-Nya. Burung bertasbih kepada Rabbnya pada saat terbang di-angkasa, beribadah kepada-Nya dengan ucapan tasbih yang di ilhamkan dan diajarkan kepadanya. Burung itu tahu apa yang harus dilakukan. Sebagaimana firman Allah: 'Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya,' yakni semua makhluk telah diajari cara dan metode beribadah kepada Allah Azza wa Jalla. 
Didalam ayat yang lain Allah berfirman yang ertinya; 
"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah."  
[Al-Israa' :44]
Ref: Tafsir Ibnu Katsir .

Ayat peringatan jangan buat bid'ah! (dalam urusan agama)

" Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih."  [An-Nuur; 24:63]

Erti firman Allah, yakni perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yaitu jalannya, manhajnya, metode nya, Sunnahnya dan syari'atnya. Semua perkataan dan perbuatan diukur dengan perkataan dan perbuatan beliau. Mana yang bersesuaian dengannya harus diterima dan mana yang bertentangan harus di tolak, siapa pun orangnya, seperti yang disebutkan dalam kitab ash-Shahihain, beliau bersabda;
"Barangsiapa mengerjakan amalan yang tidak ada tuntutannya dari kami, maka amal itu di tolak."
Yakni hendaklah orang-orang yang menyelisihi syari'at Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lahir maupun bathin merasa takut tertimpa fitnah; yakni hati mereka terkena fitnah kekufuran, kemunafikan, atau bid'ah. Sebagaimana yang disebutkan oleh beliau;
"Perumpamaanku dan perumpamaan kalian adalah seperti seorang lelaki yang menyalakan api. Ketika api itu mula menerangi sekitarnya, ia membentengkan tikar. Kemudian kupu-kupu dan serangga-serangga yang biasa jatuh ke api berjatuhan kedalamnya. Lelaki itu cuba mencegahnya, namun serangga itu memperdayakannya, lalu masuk kedalam api. Begitu lah perumpamaanku dengan kalian, aku berusaha mencegah kalian dari api seraya berseru, hindarilah api itu! Namun kalian memperdayaiku, lalu kalian masuk kedalam api."
[HR. Bukhari dan Muslim]

Lalu apa alasanmu kelak, mengerjakan amalan yang tidak ada tuntutan dari beliau shallallahu alaihi wa sallam bilamana banyak ayat-ayat yang menyuruh mengikuti petunjuk Nabi-Nya?

"Katakanlah; 'Ta'atlah kepada Allah dan ta'atlah kepada Rasul,"  [An-Nuur; 24:54]
Yaitu ikutilah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya....(Lihat tafsir Ibnu Katsir) 

"Sesungguhnya sebenar-benar orang Mukmin adalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.." [An-Nuur; 24:62]

Jangan jadikan amalan kalian laksana fatamorgana di tanah yang datar, disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatangi dia tidak mendapati sesuatu apa pun....    Allahul Musta'an ..
Ref; Tafsir Ibnu Katsir

August 25, 2014

Tempat yang paling disukai Allah

"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang."   [QS. An-Nuur: 36]

Masjid adalah rumah Allah Subhanahu wa Ta'ala, tempat paling disukai Allah, tempat hamba-hamba-Nya beribadah dan mengesakan-Nya. Allah berfirman: 'Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan.." yakni, yang telah diperintahkan untuk dipelihara dan dijaga kebersihannya dari kotoran dan dari perkataan atau perbuatan yang sia-sia yang tidak layak dilakukan di dalamnya. [Tafsir Ibnu Katsir]

Abdullah bin Abbas mengatakan; "Allah melarang perbuatan sia-sia didalamnya." Sementara Qatadah mengatakan; "Maksudnya adalah masjid-masjid yang telah Allah perintahkan untuk membangun, memakmurkan, memuliakan dan menjaga kebersihannya." Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Umar radiyallahuanhu berkata; "Bangunlah masjid untuk masyarakat yang cukup untuk menaungi mereka, janganlah mewarnainya merah atau kuning kerana dapat menganggu kekhusyu'an mereka."  [Lihat tafsir Ibnu Katsir]

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Aku tidak diperintah untuk membangun masjid, yakni menghiasinya seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani menghiasi tempat ibadah mereka." [HR. Abu Dawud dari Abdullah bin Abbas].

Kalau dihiasi masjid saja dilarang, bagaimana pula sebuah pusat yang ditempatkan didalam sebuah masjid, digunakan untuk perjumpaan antara agama dalam rangka menghangatkan hubungan sesama, mengantarkan penyambutan 'Tahun Baru'. Pusat Harmoni ini juga digunakan untuk penganut agama lain yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang agama selain Islam. Hingga saling "hangatnya" hubungan dengan kaum non Muslim  tembok-tembok pusat ini dihiasi dengan bermacam-macam gambar, ada gambar paderi dengan salibnya.

Walhal Allah melarang perbuatan sia-sia di dalam masjid, melarang bergambar, melarang tasyabbuh dengan orang-orang kafir..... 
Allaahul Musta'an ..