SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....

September 8, 2014

Orang Munafik bukan dari golongan Mukmin atau golongan Kafirin...

"Tidaklah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman."  [Al-Mujaadilah :14]

Allah Azza wa Jalla berfirman seraya mengingkari orang-orang munafik yang dalam batinnya telah menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka, padahal pada hakikatnya mereka tidak bersama orang-orang kafir itu dan tidak juga bersama orang-orang Mukmin.

"Orang-orang itu bukan dari golonganmu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui." [Al-Mujaadilah:14]

Pada hakikatnya, orang-orang munafik itu bukan termasuk golongan orang-orang yang beriman, dan bukan juga termasuk golongan orang-orang Yahudi yang mereka jadikan sebagai pemimpin. Orang-orang munafik itu bersumpah untuk memperkuat kebohongannya, padahal mereka mengetahui bahwa mereka berdusta dalam sumpahnya. Inilah yang dinamakan sumpah palsu, apalagi keluar dari orang-orang munafik yang terlaknat seperti itu.

Yang menjadi sifat mereka adalah, secara batin mereka sama sekali tidak condong dan tidak berpihak kepada Islam. Keadaan itulah yang dapat menimbulkan bahaya yang sangat besar bagi ummat manusia. Mereka dapat di peralatkan untuk memusuhi, memerangi dan memata-matai umat Islam. Walhal keganasan bukan dari Islam, 'aksi teror' adalah propaganda  rekayasa peguasa global dan musuh-musuh Islam. Allaahul Musta'an.., 
Ref:  Tafsir Ibnu Katsir.

Hati-hati Jangan Tertipu Dengan Berita Palsu

Sesungguhnya saat ini fitnah berita-berita palsu sangat meleluasa memenuhi media masa melalui akhbar, Internet, di bermacam-macam situs-situs. 

Bukan saja orang awam, tertipu dengan berbagai cerita dusta, propaganda dan karut marut, bahkan orang-orang intelek dari berbagai bangsa dan agama, juga termakan dengan fitnah ini, terutama berita negatif tentang 'Islam'.

Baru-baru ini masyarakat kita dibuat kecuh dengan tomahan berita dusta  mengenai pembongkaran makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Juru bicara Kepimpinan Umum untuk Urusan Masjid Al Haram dan Masjid Nabawi, En Ahmad Al Manshur menegaskan supaya para peneliti dan media tidak menyibukkan diri dengan hal hal yang dapat menimbulkan fitnah lebih lagi hal yang berhubungang dengan al Haraimain. 


Begitu juga selama ini pengganasan selalu dikaitkan dengan agama Islam, akhbar dan media memerangi umat Islam dan mengaitkan orang-orang Mukmin dengan metology yang dibawa oleh kelompok 'pengganas' itu, walhal mereka jauh dari Islam. Malangnya ramai manusia lebih suka memetik berita tanpa penyelidikan. Sehingga mereka yang benar-benar beriman mengikuti Al Quran dan AsSunnah juga di curigai, di sangkakan pengganas...

Antara Ittiba' dan Taklid.

Ittiba' adalah seseorang mengikuti apa yang datang dari Nabi Shallallahu alai wa sallam dan para Sahabat, merealisasikan seperti apa yang dilakukannya. Mencontohi cara peribadahan beliau, yakni mengikuti sunnah-Sunnahnya, tanpa tokok tambah dalam perihal agama. 
"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu, dan janganlah engkau mengikuti pemimpin-pemimpin selain Dia" [QS. Al-A'raaf: 3]

Adapun sikap taklid yang di kecam oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah, "Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah" [At-Taubah:31]
Diriwayatkan dari Huzdaifah dan lainnya mereka berkata: "Mereka tidak menyembah orang-orang alim dan rahib-rahib sebagai sesembahan selain Allah, akan tetapi mereka menghalalkan (apa yang diharamkan) bagi mereka dan mengharamkan (apa yang dihalalkan) atas mereka, kemudian mereka mengikutinya. (tanpa ilmu) 

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman yang artinya: "Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)."  [QS. Al Ahzaab: 67]

Permisalan seperti ini banyak terdapat dalam Al Quran, tentang kecaman atas sikap taklid terhadap bapa-bapa dan pemimpin-pemimpinnya tanpa memperhatikan hujjah bagi orang yang diikuti. 

Kita lihat fenomena hari ini dimana ramai manusia mengikuti hawa nafsu mereka dalam hal-hal yang jelas larangannya hanya kerana ada segelintir para dai', penceramah yang 'menghalalkannya' seperti alat-alat musik, musik, tabarruj, ikhtilat atas alasan dizaman ini sudah tidak praktikal lagi. Dan amalan-amalan yang bukan dari sunnah Nabi-Nya atas alasan sudah menjadi adat tradisi budaya turun menurun yang tidak boleh dihentikan apalagi di hapuskan.

Pesan Rasulullah shallallahu alai wassalam; "Sesungguhnya saya tidak khuatir pada umatku setelahku, terkecuali dalam tiga buah perbuatan. "Mereka bertanya, "Apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab; "Aku khuatir pada kekhilafan orang yang alim, dari hukum orang yang lalim, dan dari hawa nafsu yang diikuti."  (HR. Ad Daarami, Sunan Al Muqadcimah bab33)

Dalam hadith yang lain beliau bersabda;
"Telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang dengan keduanya, yakni Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya." 
(HR. Ahmad, kitab Musnad Ahmad, Juz 3. hal.26)
Oleh Ibnu Qayyim; Dikutip dari Risalah Taklid..Jangan Kamu Ikuti apa yang Kamu Tidak Tahu.

September 2, 2014

Bagaimana hati menjadi tenteram dan tenang?

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang."  
[QS. Ar Ra'd: 28]

"Maka barangsiapa yang Allah kehendaki niscaya akan di lapangkan dadanya menerima Islam." 
[QS. Al An'am:125]

Adapun sebab terbesar supaya dapat berlapang dada adalah iman. Dengan iman Allah akan melapangkan dada seseorang dan menerangi hatinya. Demikian pula mengerjakan keta’atan dan memperbanyak dzikir kepada Allah azza wa jalla dapat melapangkan dada.
Ref: Tafsir Ibnu Katsir 

Kesyirikan Sebab Kelemahan

📛Shahabat yang mulia, Imron bin Hushain radhiallahu ‘anhu berkata ✅

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا فِي يَدِهِ حَلْقَةٌ مِنْ صُفْرٍ، فَقَالَ: ( مَا هَذِهِ؟)، قَالَ: مِنَ الْوَاهِنَةِ. فَقَالَ: (انْزِعْهَا فَإِنَّهَا لَا تَزيدُكَ إِلَّا وَهْنًا، فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ، مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا ). رَوَاهُ أَحْمَدُ بِسَنَدٍ لَا بَأْسَ بِهِ.
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam melihat seorang lelaki yang di tangannya terdapat gelang kuningan maka beliau bertanya, ‘(Gelang) apa ini?’Lelaki itu menjawab, ‘(penangkal) al-wâhinah.’ Beliau pun bersabda, ‘Lepaskanlah (gelang) itu karena (gelang) itu tidak akan menambah sesuatu pada dirimu, kecuali kelemahan. Sebab, jika meninggal dalam keadaan (gelang) itu (masih melekat) pada (tubuh)mu, engkau tidak akan beruntung selamanya.’.”(HR. Ahmad dengan sanad yang tidak mengapa)

Kepada kita, ‘Imran bin Hushain radhiyallâhu ‘anhu menyebutkan salah satu sikap Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam memerangi kesyirikan dan membebaskan manusia dari kesyirikan. Sikap itu adalah:
Ketika melihat seseorang memakai gelang yang terbuat dari kuningan, beliau bertanya tentang sebab ia memakai gelang tersebut. Orang itu menjawab bahwa ia memakai gelang untuk melindungi diri dari penyakit maka beliau segera memerintah orang itu untuk melepas (gelang) tersebut dan mengabarkan bahwa hal itu tidak mendatangkan manfaat, bahkan akan membahayakan dan akan menambah penyakit, yang dengan alasan itu ia memakai gelang tersebut. Bahkan, lebih dari itu, seandainya terus memakai gelang itu sampai meninggal, ia akan diharamkan untuk mendapatkan keberuntungan di akhirat.

Faedah Hadits

 Memakai gelang atau selainnya untuk melindungi diri dari penyakit termasuk sebagai kesyirikan.

Larangan untuk berobat dengan sesuatu yang haram.

Mengingkari kemungkaran dan mengajari orang yang belum tahu.

Bahaya kesyirikan di dunia dan di akhirat.

Seorang mufti, secara lebih detail, menanyakan suatu masalah dan menghukumi sesuatu berdasarkan tujuan sesuatu tersebut.

Bahwa syirik kecil termasuk ke dalam dosa besar.

Bahwa kesyirikan tidak menerima udzur berdasarkan ketidaktahuan

🚩Teguran keras dalam mengingkari pelaku kesyirikan dengan tujuan agar orang tersebut lari (menjauh) dari kesyirikan itu

📚Diringkas dari penjelasan ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan

📙WhatsApp Syiar Tauhid📙