SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....

April 15, 2013

Masjid yang Pertama di Muka Bumi

Masjid pertama di muka bumi adalah Masjidil Haram, kemudian Masjid al-Aqsha. Jarak antara keduanya adalah empat puluh tahun.   HR Bukhari dan Muslim

Disalin dari Fatawa Rasulullah oleh Ibu Qayyim cetakan Pustaka AsSunnah

Cinta Orang Jahat

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya: "Wahai Rasulullah, seseorang mencintai satu kaum, tapi tidak berbuat sesuatu (dosa) seperti perbuatan mereka."

Beliau bersabda: "Seseorang akan bersama orang yang dia cintai."


Orang yang Mukmin akan mencintai orang orang shaleh kerana Allah mencintai orang orang shaleh. Maka jika hendak mendekati diri pada Allah Ta'ala maka cintai lah orang orang yang mencintai Allah bukan sebaliknya.

Fatawa Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam oleh Ibnu Qayyim cetakan Pustaka Assunnah.

April 11, 2013

Hukum Merayakan Hari Ibu

Hari ibu telah menjadi satu hari peringatan dimana seluruh umat dunia akan merayakannya dengan berbagai cara. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pernah ditanya mengenai hukum sambutan hari ibu. Berikut jawapan Syaikh berkenaan perayaan tersebut. Semoga bermanfaat.

Jawapan pada pertanyaan ke1006:
Setiap perayaan yang bertentangan dengan syariat merupakan perayaan yang bid'ah yang diada-adakan, tidak pernah dikenal pada masa para salaf shalih. Sumbernya berasal dari orang-orang non muslim. Selain bid'ah juga ada unsur menyerupai kebiasaan musuh-musuh Allah azzawajalla.

Hari raya yang dikenal dalam syariat telah jelas, iaitu hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari raya mingguan. Tidak ada perayaan selain tiga hari raya tersebut. Setiap perayaan selain tiga tersebut diatas, maka perayaan tersebut tertolak dan batil menurut syariat Allah azzawajalla berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihiwassalam:

"Barangsiapa mengada-adakan dalam perkara (agama) kita ini yang bukan bagian darinya, maka perbuatan itu tertolak."

Jika sudah jelas, maka tidak boleh untuk mengadakan suatu perayaan-perayaan dengan menunjukkan kegembiraan, kesenangan saling memberi hadiah dan lain sebagainya.

Bagi setiap Muslim hendaknya berbangga dengan agamanya dan berjalan sesuai batas yang telah ditetapkan Allah dan Rasul- Nya didalam agama kita yang lurus ini, yang telah diridhai Allah untuk hamba-hambaNya, tidak menambahnya tidak juga menguranginya. Bagi Muslim juga tidak
menjadi pengikut yang mengikuti segala seruan, tapi hendaknya membentuk keperibadiannya berdasarkan syariat Allah azzawajalla hingga menjadi orang yang diikuti, bukan orang yang selalu mengikuti. Menjadi suri tauladan, bukan menjadi contoh yang buruk, kerana syariat Allah telah sempurna dari segala sisi, sebagaimana difirmankan Allah;

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu telah Ku-cukupkan kepada nikmatKu, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu."  QS al-Maidah:3

Seorang ibu tidak cukup hanya di perhatikan sehari dalam setahun, bahkan ibu mempunyai hak atas anak-anaknya untuk diperhatikan, dijaga serta ditaati selama tidak dalam maksiat kepada Allah Subhanahuwataala, disetiap waktu dan disetiap tempat.... Fatawal Mar'ah, 1/14
*******

April 10, 2013

Amal harus memenuhi dua sharat, untuk diterima....

"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang bertebangan."   QS Al-Furqaan [25] :23

Ibnu Katsir bila mentafsirkan ayat ini, berkata adalah berkenaan kejadian pada hari Kiamat, di mana Allah menghisab hamba-hamba-Nya atas dasar apa yang mereka amalkan berupa kebaikan dan keburukan. Lalu Dia mengabarkan bahwa tidak ada hasil yang akan diraih oleh mereka kaum musyrikin, dari amal-amal yang mereka sangka dapat menyelamatkan. Hal itu disebabkan hilangnya sharat Syari'i, baik keikhlasan dalam beramal atau mengikuti syariat Allah.

**Kerana amal perbuatan yang diterima itu harus memenuhi DUA sharat, iaitu harus didasarkan pada ketulusan kerana Allah Ta'ala semata, dan sharat kedua, harus benar dan sejalan dengan syariat Allah. Jika suatu amalan sudah didasarkan pada keikhlasan hanya kerana Allah, tetapi tidak benar dan tidak sesuai dengan syariat, maka amalam tersebut tidak diterima. Oleh kerana itu Rasullullah shallallahu alaihiwassalam bersabda;

'Barangsiapa mengerjakan suatu amal yang tidak sejalan dengan perintah kami, maka amal itu tertolak.'  (HR. Imam Muslim dari hadits 'Aisyah ra)

Dengan demikian, perbuatan para pendeta ahli ibadah dan semisalnya, meskipun mereka tulus ikhlas dalam mengerjakannya kerana Allah, namun perbuatan mereka itu tidak akan diterima hingga mereka mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu alaihiwassalam.
** Lihat tafsir Ibnu Katsir surah Al-Baqarah ayat 112, Jilid 1.

Jumlah bukan penentu kebenaran.

"Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sepertimana permulaannya. Maka, saat itu beruntunglah orang-orang yang asing."     (HR Musim.)

Lihat lah! Orang mukmin itu sedikit, di tengah manusia. Para ulama dari kalangan mukminin itu juga sedikit, dan yang ghuraba' 'orang-orang asing' di kalangan ulama itu pun sedikit. Janganlah kamu terperdaya dengan anggapan yang menyesatkan orang-orang bodoh yang mengatakan, "Kalau memang orang-orang ini berada dijalan yang benar, tentu jumlah mereka tidak sedikit dan kebanyakkan manusia tidak berbeza jalan dengan mereka."

Ketahuilah, mereka itulah manusia. Kerana yang di namakan manusia adalah pengikut kebenaran, walaupun jumlah mereka paling sedikit. Ibnu Mas'ud berkata, "Janganlah kamu menjadi imma'ah yang berkata: " Saya ikut saja dengan orang orang', tapi hendaknya kamu menentukan sikap untuk beriman meskipun seluruh manusia telah menjadi kafir."  Allah Subhanahuwataala telah mencela kelompok majoriti di beberapa ayat:

"Dan jika kamu menuruti kebanyakkan orang-orang yang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya."  
QS al-An'aam: 116

"Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman- walaupun kamu sangat menginginkannya."
QS Yusuf: 103

"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih."
QS Sabaa': 13

"Dan sesungguhnya kebanyakkan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang soleh; dan amat sedikit lah mereka ini."
QS Shaad: 24

Jangan lah takut akan sepinya perjalanan dan tetaplah berjalan dalam kebenaran. Selalu akan ada golongan di kalangan umat beliau yang berada dijalan kebenaran; mereka tidak terganggu oleh orang yang mengkhianati mereka mahupun orang yang berbeza jalan dengan mereka sampai Kiamat.

Jalan jalan menuju keakhirat itu tidak mulus dan tidak enak menurut kebanyakkan manusia, sebab berlawanan dengan tuntutan syahwat dan berbeza dengan kehendak dan kebiasaan mereka. Maka, orang-orang yang menempuh jalan-jalan itu jumlahnya sedikit, kerana ceteknya ilmu tentang hakikat kehidupan, hakikat tempat kembali manusia dan tujuan untuk apa mereka diciptakan. Wallahu a'alam.
Dipetik dari buku motivasi Ibnu Qayyim seperti La Tahzan