Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
"Jangan sampai ketakutan kepada orang lain menghalangi seseorang dari menyampaikan kebenaran jika dia mengetahuinya, menyaksikannya, atau mendengarnya."
(HR. Ibnu Majah & Al-Hakim. Di shahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Hadith Ash-Shahihah no. 168)
Jalan Kebenaran Hanya Satu. “Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Al-Baqarah: 147) "Barangsiapa yang mengajak orang lain kepada kebaikan maka baginya pahala semua orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun." (HR Muslim)
SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....
February 2, 2016
Pengemban Amanah
Allah Azza wa Jalla telah menerangkan cara mengemban amanah dalam permulaan surat Al-Ahzab;
"Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan ikutilah apa yang diwahyukan dari Rabbmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan bertakwahlah kepada Allah; dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara. " [QS. Al-Ahzab :1-3]
Empat perkara yang akan membantu seseorang dalam mengemban amanah adalah;
1) Taqwa kepada Allah
2) Tidak mentaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik.
3) Mengikuti apa yang diwahyukan dari Allah
4) Bertawakkal kepada Allah
Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla supaya menganugerahi kita nikmat berupa akhlak amanah dan menjadikan kita dan penguasa kita sebagai orang-orang yang mampu mengembankannya, terutama disaat ini umat Islam sedang menghadapi berbagai cobaan, ujian dan fitnah. Sesungguhnya Dialah yang mampu dan berkuasa untuk itu.
Di edit dari: Managemen Akhlak Salaf' oleh Mahmud Al-Mishri, Pustaka Arafah.
"Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan ikutilah apa yang diwahyukan dari Rabbmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan bertakwahlah kepada Allah; dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara. " [QS. Al-Ahzab :1-3]
Empat perkara yang akan membantu seseorang dalam mengemban amanah adalah;
1) Taqwa kepada Allah
2) Tidak mentaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik.
3) Mengikuti apa yang diwahyukan dari Allah
4) Bertawakkal kepada Allah
Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla supaya menganugerahi kita nikmat berupa akhlak amanah dan menjadikan kita dan penguasa kita sebagai orang-orang yang mampu mengembankannya, terutama disaat ini umat Islam sedang menghadapi berbagai cobaan, ujian dan fitnah. Sesungguhnya Dialah yang mampu dan berkuasa untuk itu.
Di edit dari: Managemen Akhlak Salaf' oleh Mahmud Al-Mishri, Pustaka Arafah.
February 1, 2016
Takutlah kepada-Nya!
'Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.' [QS. Qaf :16]
Ketahuilah bahwa Allah tidak menurunkan pemberi nasehat dan pemberi peringatan yang lebih besar dan lebih agung daripada makna yang dikandung ayat-ayat ini dan yang semisalnya dalam alQur'an.
**Manusia takut membuat kesalahan di dunia, takut memandu laju, cctv mengintai dimana-mana, namun mengapa tidak takut pada Allah Azza wa Jalla yang mengetahui isi hatinya?** pen..
"Ketahuilah bahwa Allah Mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya.' [QS. Al-Baqarah :235]
Petikan dari: 'Managemen Akhlak Salaf' oleh Mahmud Al-Mishri, Pustaka Arafah.
Serupa tapi tidak Sama
"Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjekan amal shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat bermaksiat? "
[QS. Shaad : 28]
Di dalam Tafsir Ibnu Katsir, dikatakan; Mahasuci Allah menjelaskan bahwa Dia Azza wa Jalla dengan keadilan dan kebijaksanaan-Nya tidak akan menyamakan antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang yang kafir.
[QS. Shaad : 28]
Di dalam Tafsir Ibnu Katsir, dikatakan; Mahasuci Allah menjelaskan bahwa Dia Azza wa Jalla dengan keadilan dan kebijaksanaan-Nya tidak akan menyamakan antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang yang kafir.
Dari air yang hina...
Manusia diciptakan dari setitik air yang kotor, namun tiba-tiba dia menjadi penantang Sang Penciptanya...
"Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakanya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! " [QS. Yaasiin: 77]
"Bukankah Kami menciptakanmu dari air yang hina, kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan?" [QS. Al-Mursalaat: 20-22].
"Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakanya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! " [QS. Yaasiin: 77]
"Bukankah Kami menciptakanmu dari air yang hina, kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan?" [QS. Al-Mursalaat: 20-22].
Subscribe to:
Posts (Atom)