Jalan Kebenaran Hanya Satu. “Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Al-Baqarah: 147) "Barangsiapa yang mengajak orang lain kepada kebaikan maka baginya pahala semua orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun." (HR Muslim)
SUARAKAN YANG HAQ UNTUK MENEGAKKAN YANG HAQ! KERANA YANG ADA HANYALAH YANG HAQ SEMATA ....
September 30, 2017
Hanya orang yang berakal dapat membezakan.
Wahai manusia, berapa pun harta dan anak yang diberikan kepada kalian, hanyalah kesenangan yang kalian nikmati didunia ini, begitu pula perhiasan yang kalian guna untuk berhias. Sedangkan yang tersedia disisi Allah bagi orang yang ta'at kepada-Nya dan Dia cintai itu lebih baik dan lebih abadi, kerana ia kekal dan tidak akan musnah. Wahai kaum, apakah kalian memiliki akal untuk merenung, sehingga bisa mengetahui yang baik dan yang buruk? [Qs. Al-Qashash: 60] At Tafsir Al-Muyassar.)
September 20, 2017
Bukan setakat bila khatam AlQur'an..
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian benar-benar merasakan bahwa al-Qur'an sebagai surat-surat dari Rabb mereka, lalu mereka mentadabburi nya malam hari dan melaksanakannya pada siang hari."
Misalnya, apabila membaca firman-Nya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka."
[Qs. At-Tahriim:6]
Maka, setiap orang wajib memperhatikan keluarganya: tentang shalat mereka, puasanya, dan melaksanakan apa yang diwajibkan pada mereka berupa hijab wanita, lalu ia memperhatikan dan menjaga keluarganya baik anak-anak atau dewasa kerana tanggung jawab terletak dalam pendidikan dan memberi bimbingan kepada mereka.
Oleh kerana itu, setiap mukmin semestinya membaca al-Qur'an dengan konsentrasi dan pemahaman apa yang diwajibkan Allah berupa perintah dan larangan...bukan kapan saya mengkhatamkan surat ini.
Bahkan keinginannya ialah kapankah aku menjadi golongan kaum yang bertakwa, golongan yang berbuat kebajikan, golongan yang bertawakka, kaum yang khusyu', golongan yang sabar, golongan yang takut pada Allah. Kapankah aku berzuhud didunia dan mengingat akhirat? Kapankah aku bertaubat? Bersyukur, menjaga lisanku? Kapankah aku mengambil pelajaran dari larangan-larangan alQur'an? Kapankah aku dengan mengingat alQur'an akan lalai mengingat selainnya?
Al-Hasan mengatakan, "Wahai anak Adam, bagaimana hatimu akan menjadi lembut, sementara keinginanmu hanyalah pada akhir surat?!"
Petikan dari: 'Berkahnya Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.' Oleh Mansyur b.Muhammad al-Muqrin Asthma' binti Rasyid ar-Ruwaisyid.
Misalnya, apabila membaca firman-Nya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka."
[Qs. At-Tahriim:6]
Maka, setiap orang wajib memperhatikan keluarganya: tentang shalat mereka, puasanya, dan melaksanakan apa yang diwajibkan pada mereka berupa hijab wanita, lalu ia memperhatikan dan menjaga keluarganya baik anak-anak atau dewasa kerana tanggung jawab terletak dalam pendidikan dan memberi bimbingan kepada mereka.
Oleh kerana itu, setiap mukmin semestinya membaca al-Qur'an dengan konsentrasi dan pemahaman apa yang diwajibkan Allah berupa perintah dan larangan...bukan kapan saya mengkhatamkan surat ini.
Bahkan keinginannya ialah kapankah aku menjadi golongan kaum yang bertakwa, golongan yang berbuat kebajikan, golongan yang bertawakka, kaum yang khusyu', golongan yang sabar, golongan yang takut pada Allah. Kapankah aku berzuhud didunia dan mengingat akhirat? Kapankah aku bertaubat? Bersyukur, menjaga lisanku? Kapankah aku mengambil pelajaran dari larangan-larangan alQur'an? Kapankah aku dengan mengingat alQur'an akan lalai mengingat selainnya?
Al-Hasan mengatakan, "Wahai anak Adam, bagaimana hatimu akan menjadi lembut, sementara keinginanmu hanyalah pada akhir surat?!"
Petikan dari: 'Berkahnya Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.' Oleh Mansyur b.Muhammad al-Muqrin Asthma' binti Rasyid ar-Ruwaisyid.
Balasan buruk di dunia....
"Sungguh, orang-orang yang tidak mempercayai kehidupan di negeri akhirat dan tidak beramal untuknya, Kami tampak kan kepada mereka amal-amal buruk mereka sebagai kebaikan, sehingga mereka ragu-ragu mengenainya. Mereka itulah yang akan mendapat adzab buruk didunia, entah dibunuh, ditawan, dihinakan, atau dikalahkan, sedangkan di akhirat mereka menjadi manusia yang paling merugi." [Qs. An-Naml ; 27:4-5] At-Tafsir Al-Muyassar.
September 15, 2017
Berteman dengan orang yang baik
Diantara sebab-sebab taubat dan istiqomah ialah berteman dengan orang-orang yang baik dan meneladani amalan-malan mereka, serta menjauhi berteman dengan orang-orang yang tidak mengingatkannya dengan perkara akhirat..
Shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,
“ Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan kepada siapa dia berteman” [Hadits Riwayat Abu Daud dalam Al-Adab, 4833,At-Tirmidzi dalam Az-Zuhud 2378, Ahmad 8212]
“Perumpamaan teman yang shalih dan teman yang buruk ialah seperti pembawa minyak wangi dan pandai besi.Pembawa minyak wangi mungkin akan memberi minyak kepadamu, kamu membeli darinya, atau kamu mencium baunya yang harum. Sedangkan pandai besi, mungkin akan membakar pakaiannmu atau kamu mencium bau yang tidak sedap” [Hadits Riwayat Al-Bukhari alam Al-Buyu 2102, Muslim dalam Al-Birr wa Ash-Shilah 2628]
Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, petikan dari
[Kitab Ad-Da’wah, Al-Fatawa, hal.251, Syaikh Ibnu Baz]
*Cukup lah jika kita hanya ada seorang teman sahaja tapi teman yang baik, daripada beratusan teman tetapi dalam urusan dunia saja...teman yang tidak dapat memberikan manfaat untuk akhirat kita kelak... Allahul mustaan...
Di edit dari @happyislamcom | t.me/happyislamcom
Makhluk yang paling jelek di permukaan bumi!
"Sungguh sejelek-jelek makhluk yang bergerak di permukaan bumi bagi Allah adalah orang-orang kafir yang terus -menerus dalam kekafiran, mereka tidak beriman kepada rasul-rasul Allah, tidak mengakui keesaan-Nya, dan tidak mengikuti sya'riat-Nya." [Qs. Al-Anfal; 8:55] At-Tafsir Al-Muyassar.
"Wahai Rasul, Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai pemberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin bahwa mereka akan masuk surga dan pemberi peringatan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan masuk Neraka." [Qs. Al-Furqan; 25:56]. At-Tafsir Al-Muyassar.
"Wahai Rasul, Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai pemberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin bahwa mereka akan masuk surga dan pemberi peringatan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan masuk Neraka." [Qs. Al-Furqan; 25:56]. At-Tafsir Al-Muyassar.
Subscribe to:
Posts (Atom)